Somebody is watching us

“Love does not always mean to posses”

Is it so?

Basi. Kalimat ini rasanya hampir selalu terdengar melalui lirik lagu, puisi, atau novel picisan. Paling nggak, kita akan mendengar kalimat ini dari seorang teman yang mencoba menghibur dirinya sendiri ketika cintanya nggak kesampaian atau berantakan di tengah jalan. :D

For me, kalimat ini rasanya lebih tepat untuk diartikan sebagai kalimat penghiburan daripada mengartikannya sama dengan arti harfiahnya. Terlalu naif ketika seseorang jatuh cinta tapi dia tidak mengharap untuk memilikinya.

Tapi, bukankah cinta merupakan bentuk pengorbanan tanpa adanya balasan ?

OK. This might be true.

Afterall, we’re just human being. Bukan malaikat. Apa salahnya mempunyai keinginan ?

Ketika kita mencintai seseorang, sangat manusiawi sekali bila kita ingin memilikinya.

Ambil contoh ketika kita melihat suatu barang di toko, kita menyukai dan ingin memilikinya. Tapi kita tidak mempunyai uang yang cukup, maka kita akan berusaha untuk memilikinya, mungkin dengan menabung, mengorbankan keperluan untuk membeli yang lain, mungkin dengan mengurangi jatah uang makan, pokoknya segala macam cara akan ditempuh untuk membeli barang yang kita suka itu.

Seperti itulah cinta, ketika kita menemukan orang yang kita cintai maka kita akan berusaha untuk mendapatkannya, bahkan dengan melakukan hal-hal yang paling memalukan ataupun hal-hal yang diluar batas kewarasan. Bugil in public is not included :P

Tapi itulah pengorbanan untuk cinta. And it’s worth.

Pengorbanan adalah usaha untuk mendapatkan cinta. Bukanlah pengorbanan berupa kita tidak mengharapkan balasan.

Ketika kita sudah berusaha tapi ternyata dia lebih memilih yang lain atau ternyata kita tidak cocok dengan dia bukan berarti kesimpulannya adalah cinta tidak harus memiliki, tapi takdir membatasi kita untuk memilikinya

Again, “Cinta tidak harus memiliki” ?

Rasanya seperti mengikuti undian berhadiah saja. Menang syukur, nggak menang juga nggak apa-apa.

Cinta mungkin akan bertepuk sebelah tangan. So, what? Sakit adalah bagian dari hidup. Setiap orang yang pernah merasakan cinta, dan kemudian patah hati, pasti akan bisa jatuh cinta lagi. Setiap orang punya terlalu banyak cinta untuk hanya diberikan pada seseorang yang tidak layak untuk memaknainya.

So, kalimat “cinta tak harus memiliki” mungkin harus direvisi.

“Ada cinta yang tak bisa dimiliki.”

And life goes on ….

Incoming search terms for the article:

7 Responses to “Cinta Tidak Harus Memiliki ?”

  1. steve says:

    cinta tak harus memiliki…??

    wew gw nga setujuh tuh dgn kata” yg di atas….!!!
    emank cinta itu harus memiliki…???
    gw rasa nga juga cz klo qt beranggapan bahwa takdir membatasi qt untuk memilikinya….
    itu hanya kamuflase dgn cinta yg sebenarnya..!!!
    klo qt sangat menginginkanya but dia tdk mencintai qt itu kurang sma dgn bohong….!!!
    cinta yg sebenarnya adalh ketika dia mencintai org lain dan kamu msih tersenyum untuknya dan mengatakan “aq ikut senang untukmu”

  2. tpi ada bner’a jga koq,,,,
    cinta tuch emang gg harus memiliki sma kya aq yg mencintai’a tpi ternyata dya gg bsa tinggalin mantan’a yg sangat btuhin dya disaamping’a. ywdhlah gpp….

  3. Fachry says:

    Menurut aku, cinta itu berusaha memilii apa yang dicintainya. Dengan jalan yang dibnarkan menurut Undang-undang percintaan dan Garis Garis Besar Haluan Kasih Sayang. Sehingga dapat terwujudlah percintaan yang abadi.

  4. Dulu aku prnah brcinta tpi dh ptus.. Dn aku brcinta plak dengan wanita yg aku sndri xprnah knal, sbab kmi knal mlalui fon je.. Dh 3thun lbih dh kmi brcinta.. Tpi smpai skaran dia blum hntar gmbarnye kt aku, dh puas aku mtak.. Smpai dh jmu.. Sdangkn aku dh bgi dh gmbar aku kt dia.. Aku xthu apa ptuk aku lkukan skran..

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kylie Batt - ??! ?????????? ?????... “Love does not always mean to posses” Is it so? Basi. Kalimat ini rasanya hampir selalu ...

Leave a Reply